Loading

PSAK 02 (Revisi 2009) - Laporan Arus Kas

Tujuan :
Memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas dari suatu entitas melalui leporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode

Ruang Lingkup :
  • Entitas harus menyusun laporan arus kas sesuai persyaratan sehingga merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periodenya.
  • Menggantikan PSAK 2 (1994): Laporan Arus Kas.
  • Mewajibkan semua entitas menyajikan laporan arus kas.

Definisi

Setara kas (cash equivalent)
Investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan.

Arus kas
Arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.

Aktivitas operasi
Aktivitas penghasil utama pendapatan entitas (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

Aktivitas investasi
Perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.

Aktivitas pendanaan (financing)
Aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.

Penyajian Laporan Arus Kas
Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi neto. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas opearsi adalah :
  • Penerimaan kas dari penjualan barang dan pemberian jasa;
  • Penerimaan kas dari royalty, fees, komisi, dan pendapatan lain;
  • Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;
  • Pembayaran kas kepada dan untuk kepentingan karyawan;
  • Penerimaan dan pembayaran kas oleh entitas asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas, dan manfaat polis lain;
  • Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi; dan
  • Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan (dealing).
Aktivitas Investasi
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah penting karena kas tersebut mencerminkan pengeluaran yang telah terjadi untuk sumber daya yang dimaksudkan menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah :
  • Pembayaran kas untuk membeli aset tetap, asset tidak berwujud, dan asset jangka panjang lain termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan asset tetap yang dibangun sendiri;
  • Penerimaan kas dari penjualan aset tetap, asset tidak berwujud, dan asset jangka panjang lain;
  • Pembayaran kas untuk membeli instrument utang atau instrument akuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain pembayaran kas untuk instrument yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan)
  • Penerimaan kas dari penjualan instrument utang dan instrument ekuitas lain dan kepemilikan ventura bersama (selain penerimaan kas dari instrument yang dianggap setara kas atau instrument yang dimilki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan)
  • Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan);
  • Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan);
  • Pembayaran kas sehubungan dengan kontrak future, forward, opsi dan swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan , atau jika pembayaran tersebut diklasifiksikan sebagai aktivitas pendanaan; dan
  • Penerimaan kas dari kontrak future, forward, opsi dan swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjualbelikan, atau jika pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Aktivitas Pendanaan
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah penting karena berguna untuk memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh para penyelia modal entitas. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah :
  • Penerimaan kas dari penerbitan saham atau instrument modal lain
  • Pembayaran kas kepada pemilik untuk menarik atau menebus saham entitas;
  • Penerimaan kas dari penerbitan obligasi, pinjaman, wesel, hipotek, dan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang lain;
  • Pelunasan pinjaman;
  • Pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldo liabilitas yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.

Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Entitas melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut :
  • Metode langsung; dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapakan; atau
  • Metode tidak langsung ; dengan metode ini laba atau rugi neto disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi nonkas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang tekait dnegan arus kas investasi atau pendanaan.

Pelaporan Arus Kas atas Dasar Arus Kas Bersih
Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan berikut ini dapat disajikan menurut arus kas bersih:
  • penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan para pelanggan apabila arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas entitas; dan
  • penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat, jumlah yang besar, dan dengan jangka waktu singkat (short maturity).

Arus kas yang berasal dari aktivitas suatu lembaga keuangan berikut ini dapat dilaporkan dengan dasar arus kas bersih:
  • penerimaan dan pembayaran kas sehubungan dengan penerimaan dan pembayaran kembali deposito berjangka dengan jatuh tempo yang tetap;
  • penempatan dan penarikan deposito pada dan dari lembaga keuangan lainnya; dan
  • pemberian dan pelunasan uang muka dan pinjaman kepada nasabah.

Arus Kas dalam Mata Uang Asing
Arus kas yang berasal dari transaksi mata uang asing harus dibukukan dalam mata uang fungsional entitas dengan mengalikan jumlah mata uang asing tersebut dengan nilai tukar antara mata uang fungsional dengan mata uang asing pada tanggal transaksi arus kas.

Arus kas entitas anak di luar negeri dijabarkan berdasarkan nilai tukar antara mata uang fungsional dengan mata uang asing pada tanggal transaksi arus kas.

Bunga dan Dividen
Arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan, masing-masing harus diungkapkan secara terpisah. Masing-masing harus diklasifikasi secara konsisten
antar periode sebagai salah satu dari aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan.

Pajak Penghasilan
Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasi sebagai arus kas dari aktivitas operasi kecuali jika secara spesifik dapat diidentifikasikan sebagai aktivitas pendanaan dan investasi.

Perubahan Kepemilikan dalam Entitas Anak dan Unit Bisnis lainnya
Keseluruhan arus kas yang berasal dari perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak atau unit bisnis lainnya harus disajikan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi.

Entitas harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama satu periode:
  • jumlah harga yang dibayarkan atau diterima;
  • bagian dari harga yang merupakan kas dan setara kas;
  • jumlah kas dan setara kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana pengendalian diperoleh atau dilepaskan; dan
  • jumlah aset dan laibilitas selain kas atau setara kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana pengendalian diperoleh atau dilepaskan, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

Transaksi Nonkas
Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas tidak termasuk dalam laporan arus kas. Transaksi semacam itu harus diungkapkan pada bagian lain dalam laporan keuangan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan tersebut.

Komponen Kas dan Setara kas
Entitas mengungkapkan komponen kas dan setara kas serta menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan pos yang sama yang disajikan dalam laporan posisi keuangan.

Tanggal Efektif
Pernyataan ini diterapkan untuk laporan keuangan yang dimulai atau setelah 1 Januari 2011

PSAK yang berlaku efektif per 1 Januari 2011

PSAK 1 : Penyajian Laporan Keuangan
PSAK 2 : Laporan Arus Kas
PSAK 3 : Laporan Keuangan Interim
PSAK 4 : Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri
PSAK 5 : Segmen Operasi
PSAK 7 : Pengungkapan Pihak-pihak yang Berelasi
PSAK 12 : Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
PSAK 15 : Investasi pada Entitas Asosiasi
PSAK 19 : Aset tak Berwujud
PSAK 22 : Kombinasi Bisnis
PSAK 23 : Pendapatan
PSAK 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi & Kesalahan
PSAK 48 : Penurunan Nilai Aset
PSAK 57 : Provisi, Liabilitas Kontijensi & Aset Kontijensi
PSAK 58 : Aset Tidak Lancar yang dimiliki untuk Dijual & Operasi yang Dihentikan

PSAK 14 (Revisi 2008) - Persediaan

Tujuan :

  • PSAK ini mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan
  • PSAK ini menyediakan panduan dalam menentukan biaya dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi neto

Ruang Lingkup :

PSAK ini diterapkan untuk semua persediaan, kecuali:

  • Pekerjaan dalam proses dari kontrak konstruksi (PSAK 34)
  • Persediaan terkaot real estat (PSAK 44)
  • Instrumen keuangan (PSAK 50, 55)
  • Aset biolojik dari hasil hutan (PSAK 32)
  • Hasil tambang umum dan migas (Psak 33 dan 29)

Definisi :

Persediaan

  • Tersedia untuk dijual dalam usaha biasa
  • Dalam proses produksi untuk penjualan tsb
  • Dalam bentuk bahan atau perlengkapan yang digunakan dalam produksi atau pemberian jasa

Nilai realisasi neto

Estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya untuk membuat penjualan

Nilai wajar

Jumlah dimana suatu aset dipertukarkan, atau kewajiban diselesaikan, diantara pihak yang berpengetahuan dan berkeinginan dalam suatu transaksi yang wajar.

Nilai khusus entitas

Nilai kini dari arus kas yang timbul dari penggunaan aset berkelanjutan dan dari pelepasannya pada akhir umurmanfaat atau yang diharapkan terjadi ketika penyelesaian kewajiban.

Pengukuran

Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau realisasi neto, mana yang lebih rendah.

Biaya persediaan harus meliputi semua :

Biaya Pembelian, meliputi :

  • Harga Beli
  • Bea Import
  • Pajak lainnya (kecuali bisa ditagih kpd otoritas pajak)
  • Biaya angkut
  • Biaya penanganan
  • Biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang atau jasa.

Diskon dagang, rabat dan hal lain yang serupa, dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian

Biaya Konversi, meliputi :

1. Biaya Langsung terkait produksi

  • Tenaga kerja langsung

2. Alokasi sistematis biaya overhead tetap dan variabel :

  • Overhead Produksi tetap

- Penyusutan Aset

- Pemeliharaan Aset

- Biaya Manajemen dan administrasi pabrik

  • Overhead produksi variabel

- Bahan tidak langsung

- Tenaga kerja tidak langsung

Biaya Lain-lain

Hanya dibebankan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar persediaanberada dalam kondisi dan lokasi saat ini

Biaya-biaya yang dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakui sebagai beban periode terjadinya :

  • Biaya pemborosan bahan, tenaga kerja atau biaya produksi lainnya yang tidak normal.
  • Biaya penyimpanan, kecuali diperlukan untuk proses produksi selanjutnya.
  • Biaya administrasi dan umum yang tidak terkait proses produksi.
  • Biaya penjualan

Nilai kini dari arus kas yang timbul dari penggunaan aset berkelanjutan dan dari pelepasannya pada akhir umur manfaat atau yang diharapkan terjadi ketika penyelesaian kewajiban

Rumus biaya:

  • FIFO
  • Rata-rata tertimbang.
  • Identifikasi khusus, untuk biaya persediaan yang not ordinary interchangeable.

Rumus biaya harus sama untuk semua persediaan yang sifat dan kegunaannya sama.

Pengukuran setelah pengakuan awal:

diukur dengan Nilai realisasi neto (Net Realizable Value)

Rumus NRV:

  • Finished Goods = SP - CS
  • Goods in process = SP - CS – CC
  • Raw materials and supplies = Replacement Cost

Dimana: SP = selling price CS = cost to sell CC = cost to complete

Pengakuan sebagai Beban:

  • Diakui sebagai beban saat pengakuan pendapaan atas penjualan
  • Penurunan nilai menjadi NRV diakui pada periode terjadinya
  • Pemulihan kembali penurunan diakui pada periode terjadinya

Pengungkapan

Laporan keuangan harus mengungkapkan:

  • Kebijakan akuntansi dalam pengukuran, termasuk rumus biaya.
  • Total jumlah tercatat dan jumlah nilai tercatat sesuai klasifikasi entitas
  • Jumlah tercatat persediaan dengan NRV
  • Jumlah prsediaan yang menjadi beban (Beban Pokok Penjualan)
  • Jumlah penurunan nilai dan pemulihannya
  • Penyebab pemulihan persediaan
  • Nilai tercatat persediaan yang menjadi jaminan kewajiban
make cash

Hai Teman ...

Disini saya mau sharing pengetahuan tentang Akuntansi dan Perpajakan yang pernah saya pelajari, kalau ada kritikan atau saran jangan lupa isi komentarnya.
Besar harapan semoga tulisan disini dapat bermanfaat dan menambah wawasan.
Bila anda menemukan kesulitan dalam penyusunan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak untuk Perusahaan anda.
Jangan Khawatir kami siap membantu, hubungi 081214712733

Sekarang

Ayat-ayat Al Quran

Chat

Katagori

Pengunjung

free counters
Locations of visitors to this page